Sunday, 31 March 2013

Konsinyasi Saja!

Hai-hai, di hari Minggu yang ceria ini, hehe, saya mau bagi-bagi ilmu tentang konsinyasi. 

Ini dia nih wajah2 yang udah 4 tahun nyales :D


Apa itu "konsinyasi"??? Ada yang masih asing dengan instilah ini? Oke, no problem.. Konsinyasi itu bahasa sederhananya adalah titip jual. Jadi, kita bekerja sama dengan toko atau orang yang mau dititipi barang daganan kita. Biasanya untuk tahap awal, kita menitipka beberapa lusin barang kita, dalam jangka waktu tertentu misalnya seminggu, dua minggu atau satu bulan, kita mengecek kembali ke toko. Kemudian kita hitung berapa barang yang laku. Untuk toko, kita kasih komisi, laba, atau persenan. Biasanya kisaran laba untuk produk-produk aksesories handmade adalah 10% s/d 20% dari harga jual. Dibayar pada barang yang laku saja. Sedangkan sisa barang bisa kita tarik, tukar dengan barang yang baru, atau dititipkan lagi. Tergantung kebijakan kita dan perjanjian dengan si pemilik toko.

Konsinyasi adalah salah satu sistem pemasaran yang populer, saya juga memakai sistem ini karena fleksibel dan tidak memberatkan pihak manapun. si pemilik toko hanya tinggal memajang dan melayani penjualan, jadi biasanya tidak keberatan untuk diajak kerjasama. Jarang toko yang mau membeli secra cash, kecuali toko grosir. Namun perbedaannya adalah, ketika kita berkonsinyasi, maka harganya akan wajar, kita hanya memberikan potongan kepada pemilik toko. Lebih leluasa menantukan jenis, jumlah dan harga barang. Kelebihannya adalah, harga bisa tinggi. Kelemahannya, cashflow kita agak seret coz harus menunggu jangka waktu tertentu untuk mendapatkan hasil. Kalo toko grosir, biasanya kita harus menyediakan jenis barang yang bervariasi dalam jumlah tertentu dan harga yang ditekan jauh dibawah harga pasar. Kelebihannya adalah kita dapat uang cash, sehingga cash flow perusahaan jadi lancar. kekurangannya, kita mungkin akan capek, jika tidak punya asisten yang membantu produksi. :)



Nah, ada beberapa catatan nih, seputar konsinyasi....

1. Persiapannya kita bisa bawa sampel barang ke toko, tawarkan barang kita dengan sistem konsinyasi. Bicarakan tentang laba yang akan diperoleh toko, jangka waktu menitip (kapan mau di cek), dan sebagainya, Setelah deal, bawa barang ke toko. Kemas rapi dalam plastik. Pakai hangtag/label dengan nama kita agar tidak tertukar dengan barang milik orang lain. Bawa juga tempat display jika diperlukan....
2. Bawa nota. Bisa nota kontan yang bisa dibeli di toko2, atau cetak nota sendiri... Bawa juga stempel perusahaan jika ada. 
3. Tulis dalam nota jumlah barang, nama/jenis barang dan harga dengan jelas dan teratur. Kalo barangnya banyak, uratkan saja berdasarkan harga.
4. Saat mengecek, hitung dengan cermat. Agar lebih meyakinkan, ajak pemilik toko/karyawannya untuk ikut menghitung sisa barang.
5. Untuk sisa barang, saya sarankan untuk ditarik apabila kemasan udah lecek dan berdebu. Ingat, pembeli pasti tidak mau membeli barang yang kusam, meski isinya masih bagus... ^^
6. Konsinyasi adalah sistem kepercayaan, apabila kedua belah pihak saling percaya, InsyaAllah lancar deh kerjasamanya... usahakan mengecek pada tanggal yang disepakati. Karena dlam beberapa kasus, ada toko yang tak memiliki uang kas yang cukup sehingga tidak bisa membayar barang dagangan kita yang sudah laku.
7. Update terus barang-barang kita dengan kreasi-kreasi terbaru. Biar yang liat di toko fresh terus gitu...

 
Jangan lupa bikin label/hangtag


Sekarang ini marak juga konsinyasi luar kota. Apa lagi tuh? Dalam komunitas-komunitas felt crafter, biasanya ada yang membuka peluang konsinyasi di berbagai daerah. Kita sebagai crafter boleh juga memnfaatkan peluang ini namun diperlukan kepercayaan yang lebih tinggi lagi. kerena biasanya kita tidak bisa bertatap muka langsung. Komunikasi hanya via online, hp, dan telepon. sistemnya hampir sama dengan konsinyasi ofline ke toko-toko. Kita mengirim barang via pos atu ekspedisi lainnya, kemudian tiap bulan pihak yang nerima konsi akan memberikan rekap dan mentransfer hasil penjualan... Puyeng ya? heehehe.. Lain kali kita bahas lagi deh soal ini di postingan-postingan berikutnya yah.....



So, masih bingung masarin produk? No way lah ya... segera jalankan misi konsinyasi atau cari orang2 yang mau jadi reseller kita yuuuk......... Kasihan tu pada numpuk kreasinya yang udah jadi :)
Mari kita jual!!!! :D
Salam,
Indriani Taslim

Saturday, 30 March 2013

Menguatkan Niat Berbisnis Flanel

Hai2... Malem-malem nyempetin nulis nih...

fresh yellow


Awal mula menekuni binis flanel pasti kepikiran.. DUh, bisnis, pasti modalnya gede... Eit, siapa bilang.. seperti di postingan sebelumnya, bisnis ini sangat fleksibel. Dengan bermodalkan puluhan sampai ratusn ribu rupiah, kita bisa memulai bisnis ini. Ingat langkah efektif belanja, jika dana terbatas coba untuk fokus membeli bahan yang benar-benar penting dan segera terpakai. Okelah, katakan modalnya dikit. Tapi kok masih ragu ya bisnis flanel? Takut modalnya mandeg dan kita gak berhasil menjual satupun karya kita... 

Oke, berarti yang perlu kuatin disini adalah niat kita. Istilah kerennya kita bikin visi misi dalam berbisnis. Kta ini berbisnis untuk apa sih? Coba cari alasan sebanyak-banyaknya dan tulis pada selembar kertas.... Trus, apakan itu semua membutuhkan dana? Jika ya, maka misi selanjutnya adalah, bagaimana menghasilkan uang. Nah, sampai di titik ini maka kita sudah memegang dua hal: kenapa kita harus berbisni dan berapa yang kita butuhkan untuk mewujudkan cita-cita atau visi yang telah kita tulis tadi...

Kalau ditanya, apa visi saya ketika memulai bisnis, maka visi besar saya adalah: SAYA HARUS MELANJUTKAN HIDUP. Saya harus bangkit dari keterpurukan. Saya harus memperbaiki keadaan perekonomian saya, minimal bisa membiaai hidup sehari-hari. Saya harus bisa kuliah tahun berikutnya. Nah, karena dorongan yang begitu kuat, maka tidak ada alasan bagi saya untuk mundur, meski hanya berbekal uang tabungan beberapa puluh ribu dan keberanian, maka saya pun putuskan untuk berbisnis flanel.

Alhamdulillah, kini sudah semester 6, dan 100% dari hasil ngefelt. Uang kuliah dan untuk kebutuhan sehari2....

Nah, apa yang mendorongmu untuk berbisnis? Find your own reason... ^_^b


------------------------------------------------------------------------------------------------
Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam Sukses,





Indriani Taslim


Friday, 29 March 2013

Memulai Bisnis dari Hobby Felt Craft

Hai semuanya!
Perkenalkan, saya Indriani Talim. Panggil saja Ichon. Disini saya memperkenalkan diri sebagai felt crafter alias pengrajin kain flanel. nampang dulu yuk... hehehehe :D



Jadi bingung nih, udah bikin blog baru, tapi gak tau mau diisi apa... Sebenernya kemarn mau diisi tentang tutorial pembuatan flanel.. Namun karena keterbatasan saya sebagai crafter yang amatir, hehehe, maka saat ini belum bisa nampilin posting tentang tutorial-tutorial gitu.... Semoga lain kali bisa nampilin yang kayak gini:



Kali ini kita bahas tentang memulai bisnis dari hobi saja ya!

Dulu, duluuu.. banget sekitar empat tahun yang lalu, saya memulai bisnis baru saja. memang bukan dari hobby.. Lho?? Iya, saya dulu "melahirkan" hobby ngefelt secara sengaja. Jadi bukan alamiah saya hobi ngefelt trus saya jadikan bisnis. Bukan... Saya murni dari dorongan ekonomi. Saya putar otak biar bisa cari duit dan bertahan hidup setelah lulus SMA. Alhamdulillah, setahun kemudian bisa kuliah dari hasil ngefelt (upz, curcol, wkwkwkwk :D)

Namun mbak-mbak, ibu-ibu... Bagi yang udah punya hobi ngefelt, jauh lebih mudah lagi. karena minimal udah ada amunisi buat "perang" alias memulai bisnis... Horeee.... :D



Keterampilan tangan yang satu ini, bisa dipelajari mulai dari dasar. Setelah terbiasa, ide akan muncul dengan sendirinya.. Rajin-rajin blog walking, lihat2 di album tetangga di FB.. Pokoknya segala macam cara untuk menambah referensi karya kita. Bolehlah dalam tahap mencoba kita jiplak 100%. Nanti setelah tumbuh kepercayaan diri, baru deh kita kreasikan dengan ide orisinil kita. No matter.. it's Okay... :D

Jadi kalo diruntut nih, tahapan memulai bisnis flanel dari hobby, kita bisa bagi dalam beberapa tahapan.

1. Persiapkan Alat dan bahan

Penting nih, sesuaikan dengan budget yang kita miliki. Katakanlah kita punya dana Rp 100.000,- Coba bijak belaja dengan dana minim tersebut, pergunakan alat2 yang sudah ada. Biasanya kan kalo kita udah hobby, suka punya koleksi alat tuh. Sama bahan-bahan yang sudah ada, relakanlah untuk mencoba produk-produk baru.

2. Buat Karya

Kalo saya sih, penganut aliran, my craft has made by my own hand. Alias, saya gak suka pake asisten... hehehe... Boleh deh beda aliran ma saya. Yang penting hasilkan karya, dan tunjukkan ke khalayak! Pedelah untuk memmerkan karya dengan memotret dan mempostingnya di FB, Twitter, Blog, BB, dll. Manfatkan jejaring sosial buat menggaet calon customer.

3. Made by order or ready stock??

Pilihan juga sih, kalo merasa sanggup untuk made by order alias suka direpotin orang, cara ini cukup ampuh menggaet pelanggan yang suka custom order. Resikonya, suka stress karena ada tenggat waktu (deadline) dan kita harus mengikuti aturan dari pelanggan yang memesan. Keuntungannya, pasti dibayar saaa pelanggan, irit bahan.. hehehehe.. Kalo yang gak suk tekanan, cukup hasilkan karya dan share (readystock).. Kekurangannya, berat di modal, karena belum tentu langsung laris...

4. Unik!!
Pelanggan suka karya yang unik dan beda dari yang lain. So, kembangkan ide dan buatlah karya yang unik.

5. Price, it's all about money...

Yeah, flaanel memang bukan makanan pokok atau obat yang sangat dibutuhkan. Tapi, kaum hawa suka banget membelanjakan duitnya buat barang-barang yang kiyut abis... So, tangkap peluang ini ya!

Waduh, kayaknya udah kebanyakan ngoceh nih... sekian dulu ya teman2... lain kali kita bahas satu persatu bagaimana ngembangin bisnis flanel handmade ini dan mengatasi kendala-kendalanya. So, see you next post.... !


Happy Crafting!
Indriani Taslim



Jika Ada waktu, Inginku Menulis Sebanyak-banyaknya

Sudah lamaaaa... sekali tak menulis disini. Ah, ada kerinduan menyeruak...
Kapan ya kumiliki waktu untuk fokus menulis..?
Haruskah ku tinggalkan rutinitas agar aku bisa fokus...
Entahlah.. :)