Thursday, 31 December 2015

Menghidupkan Kembali Mimpi Menjadi Penulis Novel

Dalam bio twitterku @indriani_taslim aku menuliskan: Penulis novel. Felt-crafter. Sarjana Ekonomi. Mimpi punya rumah yang ada taman kecil di depannya, supaya bisa menyiram bunga tiap jam 4 sore.

Sebenarnya, hal itu sudah merangkum mimpiku secara keseluruhan, bagaiman cara meraihnya dan juga apa yang ingin aku lakukan dalam hidup. Aku ingin menjadi penulis novel.

Menjadi penulis novel bukanlah impian semu yang sewaktu-waktu bisa berubah. Itu adalah grand desain apa yang disebut orang-orang sebagai karier berdasarkan passion. Dengan menulis novel aku jadi punya alasan untuk hidup, terus menulis dan mewujudkan cita-citaku melalui menulis novel. Sepertinya impianku ini mudah untuk diremehkan. Mana mungkin seseorang bisa mewujudkan kesuksesan hanya dengan menulis novel. Apa yang diharapkan dari menulis novel? Aku paham, impian ini terlalu absurd sampai aku bernar-benar bisa mewujudkannya dalam sesuatu yang nyata dalam hidup seperti simbol-simbol kesuksesan. Menulis novel jadi semacam lentera jiwa yang takkan pernah aku padamkan. Sampai aku sampai ketujuan. Aku yakin, siapa yang berjalan di jalannya akan sampai. Inilah jalanku untuk meraih kesuksesan, melalui tulisan. Menulis adalah jalanku untuk bersyukur atas potensi karunia yang telah Allah berikan padaku. Melalui menulis, aku dapat mewujudkan banyak hal.


Selain berkarya, aku juga punya impian untuk membangun rumah dari hasil menulis novel. Muluk? Tidak. Jika aku produktif menulis novel aku bisa merealisasikan impianku tersebut. Aku akan punya rumah yang ada taman kecil di depannya, supaya bisa menyiram bunga tiap jam empat sore (setelah selesai mengajar dari kampus, karena aku sekarang adalah seorang lecturer). Aku merasa hal ini sangat mungkin untuk diwujudkan. Entah kenapa feeling-ku begitu kuat. Ini akan berhasil aku wujudkan, tentunya dengan doa dan kerja keras. Insya Allah. Tidak ada yang tidak mungkin.

Sedangkan menjadi seorang felt crafter adalah sarana bagiku melatih emosi sekaligus menjadi penghasilan sampinganku sampai kapanpun. Jadi, apa yang aku tulis di bio twitter merupakan ungkapan terdalam dari hati tentang mimpi, visi, dan misi, serta passionku. Akan aku perjuangkan untuk mewujudkannya. Semoga. Tahun 2016 adalah tahun untuk nulis, nulis, dan nulis. Sekali lagi, nulis! Nulis! Nulis!