Saturday, 29 November 2014

Menentukan Apa yang Penting dalam Hidup

Maaf baru update hari sabtu, karena ada halangan sakit sejak 3 hari yang lalu.

Tidak terasa akun FB saya di Indriani Taslim semakin lama semakin sesak oleh orang-orang yang tidak saya kenal, dan tidak pernah bersinggungan dengan saya. Maka dari  itu, sepagi ini tadi saya dedikasikan untuk meremove "teman" FB saya yang kemungkinan besar tidak ada hubungannya dengan saya, dan saya tidak signifikan dalam list teman mereka. So, dengan sabar saya remove satu persatu. Sebenarnya ada cara yang cepat, namun, tak apalah, sekalian saya mereview sendiri, siapa teman-teman yang masih akan saya pertahankan di daftar teman.

Sorry for remove
Hasilnya, dari 2700-an teman saya di FB, hanya tinggal sekitar 700-an saja teman saya. WOW!
Jadi, selama ini saya sibuk di FB dikelilingi para stanger...?? -_-

Akhirnya, demikianlah. Hidup ini adalah pilihan, dimana suatu saat kita harus bisa membatasi antara privasi dan apa yang layak dibagi. Semoga dengan perubahan kecil ini bisa membuat saya semakin fokus dengan apa yang akan saya kerjakan di kemudian hari.

Oh ya, rencana untuk mendirikan penerbitan buku nampaknya harus saya mulai segera, agar bisa menghasilkan segera juga. Kunjungi blog-nya: Taslim Publisher sebuah penerbitan indie yang mengarah untuk menjadi penebit mayor suatu saat nanti. Aamiin... :)

Sekian ya, selamat beraktivitas....

SalamPerubahan,


Indriani Taslim

Wednesday, 19 November 2014

Ide Membuat Usaha Penerbitan Buku


Membuat penerbitan buku adalah salah satu impian saya. Selain membangun toko buku, saya juga berminat sekali untuk membuat usaha penerbitan, dimana saya bisa mengaktualisasikan impian saya yaitu menerbitkan ratusan buku karya saya. Apabila saya mengandalkan keputusan penerbit untuk menerbitkan semua buku saya, maka hal itu akan sulit tercapai. Jadi, saya lebih suka membuka diri untuk berbagai kemungkinan penerbitan. Yang penting karya saya bisa terbit dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ratusan buku saya akan terbit dan dibaca orang
Untuk masalah hasil, saya yakin. Apabila saya produktif menerbitkan buku, materi yang akan mengejar saya. Jadi, saya memantapkan diri untuk merintis usaha penerbitan. Sementara ini, usaha saya adalah memahami seluk-beluk penebitan buku, baik itu secara teoritis maupun secara praktek. Saya mengunduh pelbagai macam artikel mengenai cara mendirikan penerbitan buku. Bahkan saya paling antusias apabila ada buku yang mengupas tentang seluk beluk penerbitan. Pokoknya, antusias dulu baru nanti eksekusinya dipikirkan belakangan. Itulah prinisip saya. Hari ini belajar, suatu saat menuai hasilnya.

Rencananya, saya akan memulainya dari menerbitkan buku saya sendiri.  Ada tahapan-tahapan yang akan saya tempuh:
  1. Menyiapkan naskah
  2. Menyunting naskah
  3. Menata letak
  4. Membuat sampul
  5. Mengurus ISBN
  6. Mencetak
  7. Mempromosikan
  8. Menjual buku
Saat ini, saya masih belum berpikiran untuk mendirikan suatu perusahaan berupa CV atau PT untuk usaha penerbitan saya. Namanya percobaan, pastinya harus dibikin sesimpel mungkin. Usahakan tanpa ribet dan modal minim. Kalau perlu, tanpa modal sekalipun. Makanya, saya tidak mau dipusingkan dengan hal-hal yang bersifat formal. Jam terbang dulu lah. Kalau saya merasa bisa menghandle usaha ini, barulah saya pikirkan soal legalitas usaha dan tetek bengek seperti ISBN dan kerjasama dengan distributor. Toh, nanti ketika saya tahu seluk beluk usaha ini, saya dengan sendirinya akan mencari cara agar usaha saya tidak mati. Learnig by doing is the key!

Untuk kebutuhan alat dan cetak, saya bisa outsourcing dulu. Saya malah kepikiran untuk belajar jadi editor yang bener dan jadi layouter handal. Setidaknya dua kemampuan itu bisa membanu saya untuk menjalankan usaha. Kalau saya yang menangani, otomatis saya hanya butuh karyawan design untuk menangani urusan cover dan pencetakan. Segala sesuatunya akan menjadi bisa dan mudah dilakukan apabila sudah terbiasa. Tanpa keyakinan kuat, mendirikan penerbitan akan menjadi wacana semata tanpa tahu kapan bisa diwujudkan. Benar, kan?

Bisnis Penerbitan Buku
Suatu saat nanti, saya berharap penerbitan saya  bisa menjadi besar, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Semoga saya diberikan kesehatan dan kemampuan untuk mengurus penerbitan dan toko buku impian saya agar keluarga saya sejahtera dan bisa memberi banyak manfaat bagi keluarga besar dan orang-orang yang ada di sekitar saya. Semoga! (IT)

Sumber Gambar: Gambar 1 image by google, Gambar 2.