Wednesday, 17 April 2013

Memulai Itu Mudah, yang Sulit Itu Konsisten

Pagi semuanya.. Mmm, pagi2 mau bagi spirit nich!



Mau mulai usaha nih, tapi masih ragu...
Halah... Mulai aja. Gak usah banyak mikir............

Semakin banyak mikir semakin banyak kendala.  Kalo mau beneran jadi pengusaha, buruan ambil kain flanelnya, guntung dan jahit. Lakukan ters menerus hingga terbentuk kebiasaan. Nah, ternyata, memulai usaha flanel cuma bituh satu kunci: JUST DO IT.

jangan banyak mikir


Ternyata sobat, yang paling sulit dalam berbisnis flanel adalah soal konsistensi. Coba bayangkan, dari jaman susah flanel gak ada di kota Reog, sampai sekarang pesaing membludak, yang menjadi andalan saya bukanlah produk yang luar biasa hebat. Bukan prodk yang sangt jenius. Tapi produk yang dibutuhkan dan KONSISTEN membuat serta memasarkannya. Hal itulah yang membuat usaha saya jalan. :)

ini modal pertama kali yang saya buat, dan tetap diproduksi

pin andalan, laris manis... 5000/3pcs

sudah diproduksi ribuan biji

laris.. laris... pin 2000-an/1pcs
so, konsisten adalah knci untuk membuat semua ini


So, alasanmu susah untuk memulai itu salah. Yang benar, memulai itu mudah, yang perlu kita siapkan adalah amunisi untuk KONSISTEN. Okey...



Just Do It!

Salam,
Indriani Taslim


Sunday, 14 April 2013

Menaklukkan Rasa Malas

Helow3x....
Hari libur gini masih ada yang bikin flanel gak..???
Hahaha, hari ini saya baru potong pola topping stroberry utuh 6 pcs, dah difeston juga. tapi tergelitik untuk ngeblog dulu. :3

Hal terberat bagi kita dan musuh yang paling utama yang harus dikalahkan adalah MALAS. Sehebat apapun orang, sebanyak apapun bahan, namun kalo udah kena penyakit jiwa ini pasti akan menghambat kita dalam berkarya... Boro-boro berkarya, liat kain flanel aja udah eneg. Huahhh...

image by google


So, bagaimana sih menaklukkan rasa malas? Khususnya dalam berkarya flanel ya...

Pertama, bikin catatan to do list. Maksudnya, kta data apa saja pekerjaan kita. Misal: pesanan mbak indah 2 kotis warna merah dan hijau. Dari situ kita pecah lagi, apa yang musti kita bikin. Sarung kotisnya, toppingnya, dll. Pokoknya  kita catat dengan rapi. Ini berguna supaya kagak ada yang kelewat. Lebih bagus lagi kalo kita punya buku catatan khusu lalu kasih nomor urut mana yang harus dikerjakan dulu. Kasih tanggal kapan harus selesai. Nah, selesai bikin catatan, gak mungkin dong kita berpangku tangan. Nah itulah gunanya deadline.... hehehe, usir malas!

write your to do list!

Kedua, membaca atau melihat tayangan yang inspiratif. Pernah liha Orang Pinggiran di Trans TV? Nah, tayangan-tayangan semacam itu saya rekomendasikan untuk menambah semangat. Lihat pekerjaan kta. Bersih, modal kecil, hasil lumayan... Bandingkan dengan seorang anak kecil di pedalaman tasikmalaya yang harus mencari keong di sawah untuk dijual dan uangnya dibelikan beras. So, banyak bersyukur kita punya pekerjaan yang alhamdulillah lebih baik dari mereka.


pekerjaan kita lebih mudah lho...

Ketiga, buat atmosfer di rumah menjadi nyaman. Bersihkan seluruh tempat kerja agar nyaman buat beraktivitas. Bisa jadi kemalasan kita dipengaruhi suasana kerja yang tak nyaman.

berantakaaannn....

clean it! :D

Nah, terakhir buat reward and punishment bagi diri sendiri jika berhasil menaklukkan malas atau tidak. Misalnya menghadiahi diri dengan satu cup ice cream, bisa menambah semangat kita bekerja. Apabila kita masih malas, hukum diri dengan hukuman yang produktif misalnya bikin 3 model baru jika pesanan tidak selesai tepat waktu.

http://read-parentzone.blogspot.com


Semoga bermanfaat...

Salam,
Indriain Taslim

Saturday, 13 April 2013

5 Tips Membuat Kreasi Flanel yang Bernilai Jual Tinggi

 Pagi semuanya..

 akhir pekan ini diisi dengan aktivitas apa? Semoga semuanya lancar dan tetap semangat. Nah, hari inis aya bakalan bagi tips buat kalian. Setelah membuat produk yang bagus, menentukan harga jual adalah salah satu strategi bisnis yang tak boleh di abaikan. Jika anda menghargai karya anda, otomatis orang-orang alias konsumen juga akan menghargai karya anda. Ingat, karya handmade, apalagi yang limited edition, jangan disamakan dengan barang pabrikan. tentu barang2 handmade harganya jauh lebih tinggi daripada barang pabrik. So, berikut tips  membuat dan menjual kreasi flanel yang bernilai jual tinggi. simak yuuuk.... :)


Kotis flanel. Pemesanan hubungi: 087751707108


1. Desain yang unik. Berusahalah membuat desain kreasi yang lain daripada yang lain. Misalnya dalam pemilihan warna, ciptakan yang benar2 original.
2. Clean and neat. BIasakan memegang flanel dengan keadaan tangan yang bersih. Ini penting! Karena akan mempengaruhi kualitas akhir dari kreasi kita. Kerapian jahitan juga merupakan salah stu faktor yang menaikkan harga jual.
3. Inovasi. Kembangkan desain yang sudah ada dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan kreasi crafter sebelumnya. Dengan begitu, anda bisa menjual kreasi dengan harga lebih tinggi dari produk sebelumnya.
4. Tepat sasaran. Jual kreasi anda secara cerdas. Pilihlah target pasar yang sesuai. Jika anda menjual kreasi bernilai Rp50.000,- kepada konsumen usia SD, kemungkinan besar produk anda tidk akan laku. Maka, sasarlah konsumen anda sesuai tingkatan, bawah-menengah-atas. Jadi, jika produk anda bernilai jual tinggi, tawarkan kepada konsumen high-end class juga.
5. Jaminan mutu. Dengan harga jual yang tinggi, pastikan kualitas produk anda juga sebanding dengan harga yang ditawarkan. Jika kualitas produk anda biasa-biasa saja, orang mungkin akan membeli sekali, dan berikutnya dia tidak akan melakukan repeat order. Berikan jaminan kepuasan konsumen anda.

Satu lagi tips tambahan, percaya dirilah dalam menjual kreasi. Hilangkan ketakutan bahwa produk saya jelek, begini, begitu. Cobalah menjual dan anda akan tahu setelah mencobanya.

Nah, selamat mencoba!

Salam,


Indriani taslim


Thursday, 11 April 2013

Crafter Juga Manusia #2

"Haduuuhhhh,, bete banget deh sama customer A. Bawel banget.."

"Emangnya kita gak punya kerjaan lain apa, harus ngurusin hal geje kayak gitu. Beli sih beli, tapi gak usah rese donk..."

"Uuugh... Bosen bangeeettt.. Pengen refreshing!!!"


http://karena-akumuslimah.blogspot.com


Upz! Ada crafter marah-marah... Galau, hehehe...
Wajar sih kalo kita bete. Namanya juga manusia. We are not Perfect. But we want to be perfect. :) 
Dulu saya juga gitu kok, sering banget bete karena ada pelanggan yang rewel, minta ini itu, desain begini begono, diskon segini segeto. Waduh, ini sih namanya pemerasan. Pemerasan EMOSI. hehehehe....

Kalian juga pernah ngerasain hal itu? Hmm.. Wajar baget! Soalnya kita sebagai menusia pada dasarnya ogah disuruh-suruh (curcol;P). Tapi ada pula type crafter yang mau menangani pesanan customize dan enjoy akan hal itu. Jika kamu termasuk tipe yang pertama, ada beberapa saran buat kamu...

1. Stop orderan custom. maksudnya, kita gak wajib kok nerima orderan yang di desain oleh pelanggan. Kita cukup menyediakan barang-barang yang ready stock atau bisa pesan dengan model yang sudah kita tentukan.
2. Membatasi jam kerja. Buatlah jam kerja yang tetap, dan patuhilah jam kerja tersebut. Misalnya: Jam kerja Senin-Kamis pukul 08.00 s/d 16.00. jadi, customer yang order dan tanya-tanya di jam tersebut wajib kita layani sepenuh hati. Nah, jika diluar jam tersebut, kita tidak bisa melayani alias OFF. Jika ada customer yang minta dilayani diluar jam kerja, anda berhak menolak. namun jangan lupa untuk mensosialisasikannya secara jelas.
3. Menentukan media omunikasi. Berjualan Online maupun Offline, kita harus menentukan apa saja media yang kita pakai. misalnya by personal message FB atau Fanpage FB, email, atau handphone. Pilih semua atau salah satu? terserah anda! Jika order hanya dilayani lewat Fb, maka tidak usah mencantumkan nomor handphone. Ini akan membantu anada mengurangi stress.
4. Refreshing! Sama seperti yang saya tulis  di postingan sebelumnya. Refreshing adalah cara untuk mengistirahatkan pikiran, membuang stress dan memunculkan kreativitas kita kembali. so, luangkan waktu di akhir pekan untuk membebaskan diri dari pekerjaan sehari-hari kita sebagai crafter.

Semoga bermanfaat ya Crafter... :)


http://seratdakwah.blogspot.com

----------------------------------------------------------------------------------------------

Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam,



Indriani Taslim

Crafter Juga Manusia #1

Sudah dua hari gak nulis. Sorry ya, kemaren lagi sakit.

Alhamdulillah sudah sehat


 Crafter juga manusia. Ini nih yang berat, saat orderan membludak, kita justru tepar. Nah, untuk menyiasatinya, crafter juga butuh istirahat seperti layaknya oreang lain yang bekerja kantoran. Hehehe, gaya! Tapi bener lho! Malah, kita ini harus lebih tangguh dari orng yang bekerja formal. Tips buat para crafter:

1. Jadwalkan waktu istirahat yang cukup
2. Pemanasan sebelum kita bertempur dengan felt
3. Sering berolahraga  ringan di sela-sela kegiatan ngefelt seperti berjalan-jalan sebentar, atau menggerakkan anggota badan
4. Makan yang bergizi
5. Refreshing, seperti blogwalking atau sms dan telepon teman
6. Hari libur! Ya, kita juga butuh hari libur...

Nah, hidup seimbang akan bikin kita lebih produktif.
Yuk, hidup sehat!

http://wasathon.com


Salam,
Indriani Taslim

Sunday, 7 April 2013

Kesabaran yang Utuh

Siang kawan-kawan...
Fiuh, capek beud tadi baru pulang nyales. Alhamdulillah lumayan hari ini bisa mengantongi rupiah hampir Rp400.000,- an.Lumayan.... Sisihkan buat sedekahnya, biar tambah berkah. :)



Hari ini saya punya pengalaman yang mengesankan. Saya hari ini berencana untuk nyales di sebuah koperasi pondok yang cukup besar di kota saya. Sudah lama sih saya nyales, tapi belakangan agak lama gak kesana soalnya kemarin pas ujan semester kelewat libur 2 inggu. Eh, malah kebablasan, berbulan-bulan gak kesana. Niatnya masukin barang doang. Letaknya cukup jauh dari rumah saya, ada sekitar 20km. Saya naik motor sama kembaran. Sampai sana jam 10.00WIB. Jadwal peneriaman sales di koperasi adalah setiap hari jam 09.00-11.30 dan jam 13.00-14.00. Sesuai yang ditempel di kaca jendela koperasi. Tidak menerima sales pada jam sholat dan selain waktu yang telah ditentukan. Bagi saya ini dilema... Kenapa?

Saya masih kuliah, dan masuk pagi sampai siang jam 12-an. Untuk mencapai sana butuh waktu. Kalo saya mengambil jam siang, saya pasti telat. Pagi jelas gak bisa. Saya harus pandai2 mencari waktu kesana. Termasuk hari ini (meskipun ahad, umumnya gak ada sales datang) saya mencoba peruntungan saya. Namun, kali ini saya kurang beruntung. Tak hanya hari ini, sudah berkali-kali saya harus menelan kekecewaan. Apa pasal?

Setiap kali saya kesana, saya tak bisa enemui ustadzah pengurus koperasi pondok karena berbagai sebab. Koperasi tutup, jam sales habis, ustadzah pulang/ mengajar di kelas, dll. Belum lagi dengan media SMS atau telepon, jarang mendapat fast respons, padahal ya itulah tujuannya agar bisa berkomunikasi dengan pihak pengurus. Bagi saya ini cukup berat, mengingat saya sudah jauh-jauh mencapai tempat itu. Apa daya, saya hanya bisa pasrah.

Sebenarnya, penjualan di koperasi pondok ini cukup favorit diantara outlet2 yang lain. Namun, jika dibandingkan dengan usaha yang harus saya keluarkan, kayaknya gak begitu sebanding. Capek fisik iya, capek batin iya. Kesel gak sih, kalo tiap kali kesana kita gak bisa nemuin penjaga tokonya? Fiuhhh... Inilah yang saya singgung pada judul postingan ini. Menjadi seorang penjual, harus punya kesabaran yang utuh. Agar siap mental lagi kuat menghadapi permasalahan saat di lapangan. Jangan sampai usaha kita membuat kita capek sendiri tanpa ada hasil.

Kalo mau jujur sih, saya suka bekerjasama dengan orang-orang di lingkungan pondok pesantren. Karena dengan begitu saya bisa sekaligus membangun uat meski dengan kontribusi yang kecil yakni menggerakkan perekonomian pondok. toh, hasil yang diterima pondok akan mengalir ke pondok juga. Ini kan berarti amal juga..... Namun untuk saat ini, saya memilih untuk mundur dahulu. Saa putuskan untuk menghentikan suplai stok barang di koperasi pondok terebut. biarlah saya stok ke koperasi pondok yang lain dulu, karena sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Finally, hari ini berakhir dengan happy ending. Barang-barang yang terlanjur saya bawa, saya stok ke toko buku La Tansa Gontor. Dan lumayan, ada pemasukan hari ini. Alhamdulillah.

Teman, tetaplah berusaha meskipun lingkungan tak mendukung kita. Karena sesungguhnya kita hanya butuh kesabaran yang utuh untuk menjalaninya, dengaan sebaik-baiknya. Jika hasilnya belum memuaskan, syukuri saja, supaya berkah dan hasil selanjutnya lebih besar.

Keep smile! :) :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam senyum,



Indriani Taslim



Saturday, 6 April 2013

Pengalaman Adalah Guru yang Terbaik (Haseeek...) :D

Siang semuanya.....


saya sama kembaran, Khona
Mau sharing aja nich... Kemarin ada yang SMS saya. Dia bilang, bagi tips-nya donk gimana caranya nawarin barang ke toko? Nah, kemarin kan saya sudah share tentang konsinyasi, sekarang saya bagi tips tentang cara nawarin barang ke toko. Menurut pengalaman pribadi aza ya... Hehehehe

Pertama kali saya nawarin barang ni gokil abis ceritanya dan tak terlupakan. Saya datang ke toko buku La Tansa Ponorogo. Waktu itu sama sekali gak tau caranya nyales (yang baik dan benar, hehe...). Bermodalkan nekat, saya bawa kreasi flanel saya yang masih sangat sederhana. Niatnya sih bawa 1 lusin gantungan kunci berbentuk muslimah. Tapi.......... ternyata nih yang saya cuman 11 biji. Wkwkwkwk..........

Salah satu display di La Tansa Bookstore

Untungnya saat itu yang nerima langsung ketua tokonya. Jadi di ACC deh. Belum tau tuh kalo kita musti bawa nota. Haha..... Malah yang saya bawa cuman kuitansi! Hahahaha.... Kebayang gak tuh malunya...  :D Lalu 2 minggu kemudian kita cek, alhmdulillah laku 9pcs, waktu itu sya inget harga per pc Rp 5000,- dipotong 20% jadi saya terima uang Rp 36.000,- Alhamdulillah... bangganya bukan main... Haha...

konsi agenda flanel di rak toko buku



Nah, seiring jalan saya jadi tahu, kalo nitip harus bawa nota, tentang retur barang, dll. Alhamdulillah beberapa toko mau nerima karya saya. Pernah GAGAL gak? O, jelas pernah.... :) Saya pernah ditolak baik secara halus, pernah juga secara terang-terangan. bahkan ditolak di depan pintu juga pernah. Nyakitiiiiin.. Tapi saya terima aja, setelah diiklasin, Alhamdulillah malah banyak yang nerima. Betul kata orang, kita tidak tahu siapa yang bakal nerima kita sebelum kita mencoba mengetuk pintu rumah (atau hati) mereka. Ketika satu pintu tertutup, artinya sebenarnya ada 1000 pintu yang terbuka untuk kita.Harus optimis dan pantang menyerah.

Jadi, kalo kita gak pernah mencoba, kita gak akan pernah belajar. Padahal pengalaman adalah guru terbaik bagi kelangsungan perjalanan karir bisnis kita. So, beranikan diri untuk mencoba!


majang2 gini sering dikira pramuniaga, padahal sales

Nah, sudah punya keberanian untuk memulai? :)


Salam Sukses,
Indriani Taslim


Thursday, 4 April 2013

Tusuk Feston

Pagi semuanyaaa..........



Untuk mengawali hari yang luar biasa ini, kita bersyukur dulu yuk.. Punya dua tangan yang siap dioptimalkan... Punya dua mata sehat yang bisa melihat warna-warni kain flanel. Dan tentunya akal sehat yang memungkinkan kita untuk terus belajar menghasilkan karya. Alhamdulillah...

http://pinterest.com/craftywoolfelt/
Hari ini kita akan belajar tusuk-tusik yang populer digunakan pada karya flanel. Tusuk utama yang digunakan adalah tusuk feston. Selain itu kita biasanya menggunakan pula tusuk jelujur, tusuk roll, tusuk silang, tusuk pipih, tusuk rantai, tikam jejak, dll. Beriku beberapa contohnya, semoga bisa membantu.


image by google


http://fosetta.wordpress.com/tag/kain-flanel/

Tusuk feston, biasanya digunakan untuk menyatukan dua lembar kain flanel, memasang resleting, dll. Sedangkan tusuk yang lain, dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bagaimana, sudah siap berkarya apa hari ini? :)


http://accordingtomatt.blogspot.com/2012/02/love-is-felted-hearts.html

Wednesday, 3 April 2013

Kekuatan Mimpi



Malem teman2...: )

in sweet purple


Memulai sebuah bisnis flanel, harus berani bermimpi. Mimpi mendapatkan kepuasan batin atas karya yang dihasilkan dari sebuah kreativitas, mimpi mendapat penghasilan yang layak, serta mimpi untuk mewujudkan keinginan dengan jalan berbisnis. Saya selalu menggenggam mimpi saya untuk belaja flanel di luar negeri, memberikan pelatihan flanel di seluruh Indonesia dan mengikuti pameran-pameran. Dengan karya, mengembara kemana-mana. Saya juga bermimpi, perekonomian saya semakin mapan dan meraih impian saya untuk kuliah S2 dan S3 serta berhaji. Banyak sekali yang ingin saya wujudkan, dan melalui kekuatan mimpi dan kreativitas tanpa batas. Bukankah sangat menggembirakan jika karya kita diakui dan berhasil dibeli oleh siapa saja, tak menutup kemungkinan pasar luar negeri (seluruh dunia). Ya, dengan kekuatan mimpi, kita dapat berhasil.

Semua orang bisa sukses dengan jalannya masing-masing. Namun, keberhasilan mereka ternyata memiliki satu hal yang sama yakni mereka semua adalah pemimpi. Tepatnya, pemimpi yang mau mengejar keinginan mereka dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan bekeja keras.

Maksimalkan kemampuan diri anda untuk berkarya. Kemudian jual karya anda dengan pantas dan rasakan detik-detik ketika mimpi anda yang dulunya begitu jauuuuh, kini sudah didepan mata. Mungkin seperti saya, yang seperti mimpi dapat menikmati bangku kuliah dengan hasil dari berkarya flanel. Sungguh sepele apa yang saya kerjakan, namun jika kita tekun, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dulu saya tak pernah membayangkan, bagaimana kehidupan saya setelah sempat gagal melanjutkan kuliah karena keterbatasan dana. Namun sekali lagi saya belajar, saya terapkan ilmu “bermimpi” seperti yang orang-orang sukses itu kejakan. Siang malam saya bekerja, dan Alhamdulilah, kini tinggal setahun lagi saya akan dapat meraih impian saya membawa gelar sarjana, tanpa sepeserpun minta kepada orang tua saya.

Jadi, saya berpesan kepada setiap orag yang membaca tulisan saya ini. Apakah anda seorang remaja  yang galau memikirkan masa depan, seorang pengangguran yang butuh penghaasilan, seorang ibu rumah tangga yang bingung bagaimana menyambung nafkah yang pas-pasan, karyawan yang ingin berpindah kuadran, atau anda yang bercita-cita untuk membahagiakan orang tua serta membantu orang lain yang membutuhkan dengan cara yang mandiri, maka, siapkan selembar kertas mimpi dan tuliskan tekad anda untuk mewujudkan mimpi anda. Saya tidak menjamin mimpi anda dapat sempurna terwujud, namun dengan menuliskannya dan bersungguh-sungguh memohon kepada Allah ASWT, saya yakin, cepat atau lambat keinginan anda akan terwujud.

Segeralah mulai aktifitas anda dengan menghasilkan karya, lalu jual, jual, dan jual! Semakin keras anda berusaha, maka semakin dekatlah impian anda. Raih impian anda, jangan berputus asa! Ingat, sekecil apapun kita bergerak, Allah Maha Adil akan membalasnya berkali lipat, sesuai dengan niat dan kadar usaha kita. So, mari kita bergerak. Lupakan kesediahn dan sukses bersama menuju masa depan yang lebih ceria. BRAVO CRAFTER!


Salam hangat,


Indriani Taslim

P.S.: Kabari saya apabila anda berhasil meraih impian anda setelah membaca motivai ini dengan mengirimkan email ke indriani_taslim@yahoo.com

Tuesday, 2 April 2013

Berkarya dengan Imajinasi



Siang semuanya... Nampang dulu ah... :D



Jika kita berfikir modal utama dalam berwirausaha adalah uang, maka anda salah besar! Kebanyakan pengusaha yang saya tanyai menempatkan modal pada urutan ke sekian. Pun begitu dengan usaha flanel. Modal terbesar kita adalah: IMAJINASI!

Kok bisa? Bukankah setiap usaha butuh uang? Untuk belanja bahan, untuk beli alat, untuk biaya-biaya, dll. Betul, kita tidak bisa lepas dari uang. Uang memang penting. Namun bukan yang terpenting. Apalagi usaha flanel. Ketika modal sudah di tangan, sudah kita belanjakan, ada bahan dan alat, belum tentu kita bisa segera berhasil dalam usaha ini. Kalo kita tidak bisa berimajinasi, maka kita takkan bisa membuat karya. Itu berarti, lembaran flanel tetap menjadi lembaran saja. Benang tetap tergulung, dan tak satupun karya yang kita hasilkan. Saya pernah mengalaminya sendiri, ketika sedang down, saya tak berhasil menciptakan karya. Bukan karena nggak ada bahan. Tapi tidak tergerak karena tak mampu berimajinasi.

Bagaimana caranya melatih imajinasi?

Saya punya cara khusus untuk melatihnya yakni dengan sering melihat karya orang lain. Saya rendam dalam otak selama beberapa lama, terus saya pikirkan, sampai betul2 melekat dalam memori otak saya. Kemudian sya coba tuangkan dalam karya. Lho, bukannya itu menjiplak? Ya jelas bukan lah... Kalo kita melihat sebuh gambar karya flanel, misalnya sebuah tempat tissue cake. 

salah satu karya saya

Tentunya kita akan berfikir, kita berimajinasi, bagaimana cara membuatnya? Bagaimana dengan toppingnya? Bagaimana pola dasarnya? Aha! Kita butuh tutorial! Kita mulai googling satu persatu bagaimana cara membuat pola covernya, topping strawberrynya, topping jeruknya, sampai bagaimana cara menata toppingnya.

Imajinasi! Buat karya kita berbeda dari gambar yang menginspirasi kita. Buat sesuai dengan “citarasa” kita. Mungkin dari potongannya, warnanya, teknik menatanya, inovasi hiasannya.... Apapun yang membuat karya kita menjadi kita banget.  Ada kata-kata bagus untuk mengekspresikan hal ini”

Kita melihat karya orang lain, bukan untuk membuat karya yang sama dengan dia. Namun kita melihatnya untuk membuat sesuatu yang berbeda dengan apa yang sudah ia buat.

Bagaimana dengan anda? Temukan sebanyak-banyaknya inspirasi, namun gunakan imajinasi anda untuk berkarya. Maka anda sudah membuat sesuatu yang berbeda dan tentu saja ORIGINAL.

Selamat berimajinasi!

Salam hangat,


Indriani Taslim