Monday, 28 October 2013

Belajar Sampai Mau Mati



Kisah ini berawal dari sebuah ketidakpastian hidup. Dia yang terus berpeluh melawan nasib buruk tak pernah berhenti mempertanyakan. Inikah jalan yang semestinya? Mengapa aku di sini? Kemana keadilan yang arif itu singgah hingga tak kunjung sampai padaku?

Suatu ketika dia bertemu seseorang yang menurutnya kurang ajar. Beraninya orang itu memandangnya sebagai sampah. Apa? Mengapa aku sampah? Bukankah aku tak memilih dilahirkan seperti ini? Bukankah aku tak meminta nasib menggulingkanku ke selokan?

Tentu saja kau sampah! Teriaknya tertahan, dengan gerak mulut dan mata yang membuat siapa saja tersinggung karenanya.

Bahkan jika kita tak cukup layak hidup di dunia, kau bisa mengubahnya. Hanya puas meraung kenapa begini-kenapa begitu, selamanya takkan mengubah daun yang terlanjur jatuh bersemi kembali di dahannya. Sampah hanya akan terima diinjak, tanpa mau bergerak dan berubah. Ia laksana pengecut yang hanya bisa bilang, yah inilah aku. Inilah keadaan keluargaku. Sikap yang memandang rendah diri sendiri, bagaimana ia bisa dipandang sejajar jika ia terus memeluk kaki orang lain? Terseret dunia yang diciptakan oleh kepalanya sendiri.

Akhirnya sampailah dia pada satu pilihan. Belajar keras hingga titik darah penghabisan. Belajar superkeras hingga rasanya mau mati. Melawan ketidak mampuan, melawan keterbatasan dengan semangat juang. Mengubah dunia dengan mengubah isi kepalanya. Dari sampah menjadi batu mirah.

Kini, ia belajar memahami . Dunia yang biasanya ia rasakan begitu sempit, melapang seiring kerasnya ia belajar. Semakin ia lunak pada dunia, semakin keras dunia menghajarnya. Semakin keras ia berjuang, maka duna melunak dengan sendirinya. 

*terinspirasi dari drama seri  Master Of Study

Tuesday, 16 July 2013

[Re Post*] Berkah: Ketika Cukup Lebih Bermanfaat dari Sekedar Banyak

Oleh: Khoni Indriani
Mahasiswi Jurusan Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

“Tidaklah kelapangan rezeki dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi, kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya.” (Ibnu Qayyim)
Berapa penghasilan kita per bulan? Berapa omzet usaha kita? Banyak, sedikit, atau cukup?
Kaya sama dengan banyak. Sebagian orang menafsirkan demikian, bahwa orang kaya adalah yang banyak duitnya. Rumah mewah dan mobil yang bederet. Kekayaan ditampakkan pula dengan segala macam yang melekat di badan seperti pakaian, perhiasan dan aksesoris pendukung. Dimana kita nongkrong juga menjadi penanda level kekayaan. Namun, benarkah segala macam kelimpahan yang  kita miliki berbatas materi fisik? Adakah kekayaan yang jauh lebih dahsyat dari itu semua?
Dalam sudut pandang penulis, kaya bukan sekedar memiliki banyak harta.  Kekayaan yang melimpah akan terasa sedikit jika kebutuhan kita juga banyak. Beban hutang juga banyak. Lain lagi ketika penghasilan minim, namun kebutuhan hanya sedikit dan masih bisa sedekah atau menabung. Pendapatan yang minim tadi pun akan terasa cukup. Ini berarti, banyak belum tentu cukup. Sedikit belum tentu kurang. Relatif. Bisa jadi, orang yang berpenghasilan minim tersebut malah merasa lebih kaya dari pada orang kaya tapi  pengeluarannya juga gila-gilaan. Seyogyanya, yang dicari di dunia ini bukan sekedar harta yang banyak, juga bukan harta yang sedikit, melainkan harta yang cukup dan bermanfaat. Itulah yang disebut berkah.
Sebagian besar ulama sepakat mengartikan ‘berkah’ itu adalah ‘ziyadatul khair’ yakni bertambahnya kebaikan. Ya, itulah harta yang berkah. Meski sedikit harta yang ada, selalu berikan manfaat dan bertambah-tambah untuk tebarkan kebaikan. Apalagi jika banyak. Maka harta yang berkah, akan menjadikan pemiliknya menjadi baik dan akan terus menambahkan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Begitu pun sebaliknya. Jika harta itu tidak berkah, akan memberikan keburukan pada yang memilikinya dan juga keburukan bagi orang-orang di sekitarnya.
Konsep berkah yang perlu kita tanamkan dalam hati adalah segala sesuatu yang mendatangkan ketenangan, kebahagiaan, dan kesyukuran. Apabila kita bersyukur, maka akan betambah pula rezeki yang kita dapatkan kemudian hari. Jika kita memiliki harta yang banyak namun kita malah gelisah (seperti terbelit hutang yang besar, dirundung permasalahan keluarga serta musibah penyakit), maka kita perlu mengevaluasi seberapa berkah harta yang kita miliki? Apakah banyaknya harta sudah membuat kita merasa cukup dan bersyukur? Jangan-jangan kita ini ibarat meminum air laut. Makin banyak yang diminum kita semakin haus. Kering akan makna. Tujuan minum untuk menghilankan dahaga tidak tercapai. Tujuan kita untuk bahagia setelah kita kaya tidak teraih.
Kunci mendapatkan keberkahan adalah dengan bersyukur. Apapun yang kita dapatkan, banyak atau sedikit, jika kita bersyukur kala menerimanya semuanya akan menjadi berkah dalam kehidupan kita. Merasa cukup dengan rezeki yang diterima akan membuat kita merasa lebih bahagia. Bahkan, jika kita ingin merasa lebih dari cukup, kita bisa berbagi kepada sesama tanpa menunggu kita kaya. Karena, berbagi membuat diri kita merasa berdaya dan lebih kaya. Bebagi, menyuburkan keberkahan dalam hidup kita.

Jadi, sudahkah anda bersyukur dan berbagi hari ini?

*tulisan ini dimuat di PONOROGO POS nO.587. TH XII, 06-12-JUNI-2012

Wednesday, 5 June 2013

Sukses Bisnis dengan Modal Membangun Jaringan dan Kepercayaan

Selamat pagi sista! Masih semangat menggapai impian?

Dalam berbisnis, modal uang mutlak diperlukan. Akan tetapi, ada lagi modal penting yang harus kita miliki yakni MEMBANGUN JARINGAN DAN KEPERCAYAAN. Karena, dengan modal seberapa besarpun, apabila kita tak memiliki jaringan dan kepercayaan publik kita NOL, maka itu takkan berarti apa-apa.

Membangun jaringan berarti memperluas ranah bisnis kita. Dengan jaringan, kita bisa memasarkan, mendistrbusikan, memperoleh order dari pelaggan2 baru dan bukan tidak mungkin memperoleh modal finansial.

Ketika membangun jaringan, yang perlu kita lakukan adalah mengenali pasar kita siapa, dan bagaimana mendekati konsumen. Usahakan kita menjadi bagian dari konsumen kita dengan aktif terlibat dalam forum2 di sosial media maupun kelompok2 di dunia nyata (lingkungan sekitar). Bukan hal yang aneh, seorang marketing laki-laki yang aktif terlibat degan banyak ibu2 maupun remaja putri bila dagangannya berpotensi dibeli oleh mereka. Tak maslah, lakukan saja! Just do it!

Mengenai kepercayaan, ia tak hadir begitu saja. Ia harus dibangun dengan meyakinkan pelanggan. misalnya dengan menangani orderan tepat waktu, mengirim barang sesuai pesanan, mengupload bukti transfer/pengiriman, mengupload bukti testimonial, dll. Semuanya ditempuh agar pelanggan berikutnya yakin untuk berbelanja di toko kita.

Orang kaya adalah orang yang membagun jaringan dan kepercayaan sedini mungkin.
So, sudahkah anda membangun keduanya hari ini?

Selamat berbisnis!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam,


Indriani Taslim

Thursday, 30 May 2013

Konsinyasi Offline: Berat, tapi Tetap Dijalani

Maraknya produksi kerajinan tangan yang berbahan dasar flanel, pasar kelimpungan dan jenuh. Hal ini membuat orang-orang berfikir ke arah selanjutnya: Inovasi Pemasaran.

Seperti postingan yang telah lau, saya pernah menuliskan tentang cara untuk memasarkan flanel dengan cara konsinyasi atau titip jual ke toko-toko. Ini mungkin cara terjadul mengingat ini era internet. Toko online dan pemasaran via BBM serta jejaring sosial apapun sudah merebak. Namun, saya tetap menyarankan agar pemasaran model ini tetap dijalankan. Mengapa?

Menurut hemat saya, kita adalah manusia yang suka bosan akan hal yang tidak pasti. Menunggu orderan online maupun BBM tentu membutuhkan kesabaran. Selain itu, juga berbiaya. Kita harus berlangganan internet serta paket full service dengan mengeluarkan sejumlah uang. Rasa bosan yang menyerang akan membunuh kreativitas kita, sehingga kalo tidak betah, kita akan gantung jarum. :D

Solusinya adalah dengan tetap memasarkan secara OFFLINE. Alias menjalani konsinyasi ke toko-toko maupun reseller. Cara yang sedikit susah dan merepotkan ini akan memotivasi kita untuk tetap berkarya. Entah itu sebiji, seratus biji, atau berapapun jumlah yang terjual akan merangsang kita untuk membuat produk berikutnya.

Kalo orderan online, apalagi dengan sistem PO (Pre Order), kita akan ditimpa kemalasan. Sebab, kalo gak ada orderan, ya kita akan berdiam diri sambil berharap ada orderan datang. Kreativitas menjadi sia-sia dan tak terasah. Selain itu, ada kelemahan lain dari sistem PO. Jika mendadaka ada pelanggan yang ingin order, tapi kita sedang "repot", kita takkan bisa maksimal dalam membuat pesanan. Buntutnya, kita akan dianggap sebagai crafter yang tidak profesional. Taruhan nama deh...

Konsinyasi offline ebih flekksibel. Kita yang menentukan, harus bikin produk apa hari ini? Ya bikin aja! Tanpa ada beban dan tekanan. Lalu kita pasarkan. InsyaAllah, kalau rezeki, takkan kemana.

Siap untuk lebih produktif hari ini?
Mari mulai bikin stok barang lagi, dan berjualan lagi! :D

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)
 

Salam Produktif,


Indriani Taslim

Halaman Pertama, Lalu Jeda

Ketika menyadari kehidupan ini begitu rumit, ada setitik asa tuk mengubah jeda yang membosankan menjadi sebentuk karya yang bermanfaat dan bernilai. Sejatinya tak ada kata kosong dalam kehidupan. Walau ia menjadi jeda, ia tetap menjadi sebuah ruang untuk berkarya.

Nun di pelosok hati ada keinginan untuk beristirahat. Selama nadi berdenyut, kita tak pernah beristirahat. Yang ada hanyalah mengisi jeda. Mengisi ruang kosong untuk berkarya. Geser kanvas yang penuh dengan lembaran kanvas berikutnya. Sekali lagi, ganti kanvas yang telah penuh dengan sehelai kanvas kosong berikutnya. Jeda hanyalah sekian waktu, menatap kanvas kosong.

Gerakkan tangan tuk berkarya.
Pilin jalinan ganglion otak untuk menghasilkan karya.
Dengan karya kita kan hidup.
Dengan karya kita kan ada.

Salam berkarya,


Indriani Taslim.

Saturday, 25 May 2013

Try Something New!

Siang kawan2 crafter.. Apa kabar hari ini?

Saya pernah mendengar pekerjaan se-enjoy crafter flanel pun pasti ada masa jenuh alias buntu dalam berkarya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti rutinitas yang membosankan dalam mengerjakan pesanan sejenis , ruangan yang tidak nyaman dan kelelahan akibat lembur. Sebenarnya, setiap pekerjaan pastilah punya resiko  "capek', baik capek fisik maupun otak. bahkan capek hati (misalnya ada pelanggan bawel dan korban hit and run).

Suasana panas tentu harus kita redam, apalagi jika pesanan terlanjur banyak, waiting list sampe ber-rol-rol (hahahaha, amiin...), dan dadline sudah dekat. Crafter yang sedang mengalami masa suntuk, boleh nih coba beberapa tips dari kami:

1. Try something new!
Sesuai sama judul diatas, mencoba hal yang baru adalah cara untuk berlepas dari kesuntukan yang mengikat kita. Mencoba hal baru tidak harus luar biasa WOW. Tapi memang harus keluar dari kebiasaan kita. Contoh, anda yang super sibuk bikin topping buah yang jumlahnya ber-gross2, ada baiknya berhenti sejenak berlepas dari yang namanya gawean topping buah. Coba pikirkan satu kreasi yang penah anda coba sebelumnya ataupun belu. membuat sebuah kantong serbaguna berhias boneka lucu, atau sekedar gantungan hape imut untuk diri sendiri adalah contoh distraksi (pengalihan perhatian) dari rutinitas membuat ribuan topping. Think differrent and kamu bisa menjadi lebih kreatif setelah megerjakan rekreasi kecil ini!

2. Do what you want to do.
Nonton TV, browsing, mencuci pakaian, makan, ngemil, bahkan hanya tiduran membuat kita relax. Cobalah untuk santai sejenak, namun batasi waktu maksimal satu jam untuk aktifitas malas-malasan ya.. kalau lebih, malah jadi malas beneran. hehehehe

3. Just leave it!
Ya! Tinggalkan saja. Lakukan aktifitas yang benar2 berbeda seperti piknik, membaca satu novel, nonton setengah lusin film sekaligus, atau hal2 ekstrim lainnya. Ini cocok buat kamu jika pekerjaan flanel sudah membuatmu stress akut. Tinggalkan selama 2-7 hari refreshing ini, dan bersiaplah untuk lebih produktif kala kamu kembali. :)

Bagaimana teman? Semoga bermanfaat ya...

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam kreatif,
Indriani Taslim

Friday, 24 May 2013

Menyiasati Modal yang Minim

Siang crafter.. baru update lagi nih.
Kali ini saya ingin menjawab beberapa pertanyaan yang sering dipertanyakan sama crafter terkait modal. Terutama ketika semangat untuk menjadi pengusaha kreasi flanel sudah menggebu, namum modal yang dimiliki amat minim. Yuk, disimak...

1. Saya hanya punya modal yang sedikit, katakanlah 100ribu rupiah. Bisakah saya memulai usaha flanel?

Jawab: Sangat bisa! Caranya adalah, belanjalah kain flanel 8 macam warna @1/4meter. Total 2m. Ini akan mengabiskan dana 30.000-40.000 tergantung harga pasaran flanel yang ada di kota anda. Kemudian, beli alat pendukung yang paling mendasar seperti: lem uhu (kalo sudah punya alat leem tembak, beli isi lem tembak saja), jarum crown, benang 8 warna sesuai flanelx @1500= 12.000, dakron 1/4kg=10.000, plastik opp dan hangtag. Dengan uang 100ribu, anda bisa mendapat itu semua. STOP! jangan belanja yang tidak perlu. Yang perlu kita ketahui sebelum belanja adalah, apa yang kita mau buat? Bros, gantungan kunci, gantungan hp, bando, atau apa? Belanjalah bahan pendukung sesuai kreasi yang akan kita bikin. Saya sarankan untuk di awal, anda membuat kreasi pin, ganci dan ganpe terlebh dahulu. Selain waktu pembuatan singkat, anda bisa cepat menjualnya. Lebih baik lagi jika ada yang sudah pesan lebih dulu. Nah, sudah ada gambaran?

2. Saya belum bisa bikin yang bagus. Ingin beli tutorial dan pola, tapi mahal. Bagaimana?

Jawab: Jangan terpaku pada apa yang tidak anda bisa. Jika anda bisa membuat bunga, optimalkan daya kreasi anda untuk membuat produk jenis tersebut. Seing melihat karya2 flanel di internet akan membuat anda terinspirasi. Coba satu atau dua produk yang ingin anda coba dengan menggambar pola sendiri. meskipun hasil kurang maksimal, hal ini GRATIS! Bahkan anda akan menghasilkan karya baru tanpa biaya tambahan (untuk beli tutorial). Ingat, modal anda harus digunakan dengan efektif. Okey?

3. Saya sudah bisa menjual produk! Lalu, bagaimana?

Jawab: Tahan keinginan untuk belanja konsumtif pribadi. Gunakan hasil penjualan karya anda di awal2 usaha untuk membeli bahan baku produksi berikutnya. Misal, dengan modal 100ribu anda bisa mendapatkan hasil 250.000, gunakanlah 200ribu untuk membeli peralatan dan bahan baku. Dengan demikian, modal anda akan semakin berkembang. Relakan keuntungan yang anda peroleh untuk modal. Ambil hanya 50ribu untuk anda nikmati. Dengan cara seperti ini saya mengembangkan bisnis flanel tanpa bantuan modal dari orang lain :)

4. Usaha saya semakin berkembang. Ada yang menawari modal. Apakah harus saya ambil?

Jawab: Terserah anda. pada dasarnya, kita memang memburuhkan modal lebih jika usaha kita semakin berkembang. jangan sia-siakan jika ada investor (bukan bank ya...?) yang menawari modal dengan sistem bagi hasi. Bisa dari keluarga atau teman. Asal jelas bagaimana teknisnya seperti pengembalian dan bagi hasil, gak ada salahnya mencoba. Misalnya untuk persiapan lebaran anda butuh modal untuk membuat toples hias flanel, tentunya membutuhkan dana awal yang tidak sedikit. Maka, anda bisa menerima penawaran tersebut. Bahkan, anda bisa mengajukan proposal usaha kepada investor, jika anda memang membutuhkan dana.


Nah, bagaimana teman? Sudah daper pencerahan. mudah-mudahan bermanfaat ya...

Adv----- Jangan lupa order toples hias flanel dan kotak tissue flanel dari Ichonochan Craft ya! Hubungi Indri di 087751707108 (SMS Only)

Salam kreatif,


Indriani Taslim



Tuesday, 7 May 2013

Jual Toples Hias, Yukk!

Pagi semua...

Maaf beberapa waaktu yang lalu menghilang. Eh, udah ketemu bulan Mei. Itu berarti sebentar lagi jelang ramadhan dan lebaran. Yuk, kita sabet peluang!

Bikin apa??? Yang pasti dibutuhin dan pasti laku yaitu TOPLES HIAS FLANEL.
Saya dah nyoba bikin nich..

Pesan sms 087 751 707 108

Harga @Rp25.000,-

nah, kalo dah bikin, tawarin deh kesana kemari. Hehehehe... Mumpung momennya pas, bikin produk yang up to date. :)

Happy Crafting...

PS: Reseller are welcome.. SMS ke 087751707108 for further information.... :)

Salam,
Indriani Taslim

Wednesday, 17 April 2013

Memulai Itu Mudah, yang Sulit Itu Konsisten

Pagi semuanya.. Mmm, pagi2 mau bagi spirit nich!



Mau mulai usaha nih, tapi masih ragu...
Halah... Mulai aja. Gak usah banyak mikir............

Semakin banyak mikir semakin banyak kendala.  Kalo mau beneran jadi pengusaha, buruan ambil kain flanelnya, guntung dan jahit. Lakukan ters menerus hingga terbentuk kebiasaan. Nah, ternyata, memulai usaha flanel cuma bituh satu kunci: JUST DO IT.

jangan banyak mikir


Ternyata sobat, yang paling sulit dalam berbisnis flanel adalah soal konsistensi. Coba bayangkan, dari jaman susah flanel gak ada di kota Reog, sampai sekarang pesaing membludak, yang menjadi andalan saya bukanlah produk yang luar biasa hebat. Bukan prodk yang sangt jenius. Tapi produk yang dibutuhkan dan KONSISTEN membuat serta memasarkannya. Hal itulah yang membuat usaha saya jalan. :)

ini modal pertama kali yang saya buat, dan tetap diproduksi

pin andalan, laris manis... 5000/3pcs

sudah diproduksi ribuan biji

laris.. laris... pin 2000-an/1pcs
so, konsisten adalah knci untuk membuat semua ini


So, alasanmu susah untuk memulai itu salah. Yang benar, memulai itu mudah, yang perlu kita siapkan adalah amunisi untuk KONSISTEN. Okey...



Just Do It!

Salam,
Indriani Taslim


Sunday, 14 April 2013

Menaklukkan Rasa Malas

Helow3x....
Hari libur gini masih ada yang bikin flanel gak..???
Hahaha, hari ini saya baru potong pola topping stroberry utuh 6 pcs, dah difeston juga. tapi tergelitik untuk ngeblog dulu. :3

Hal terberat bagi kita dan musuh yang paling utama yang harus dikalahkan adalah MALAS. Sehebat apapun orang, sebanyak apapun bahan, namun kalo udah kena penyakit jiwa ini pasti akan menghambat kita dalam berkarya... Boro-boro berkarya, liat kain flanel aja udah eneg. Huahhh...

image by google


So, bagaimana sih menaklukkan rasa malas? Khususnya dalam berkarya flanel ya...

Pertama, bikin catatan to do list. Maksudnya, kta data apa saja pekerjaan kita. Misal: pesanan mbak indah 2 kotis warna merah dan hijau. Dari situ kita pecah lagi, apa yang musti kita bikin. Sarung kotisnya, toppingnya, dll. Pokoknya  kita catat dengan rapi. Ini berguna supaya kagak ada yang kelewat. Lebih bagus lagi kalo kita punya buku catatan khusu lalu kasih nomor urut mana yang harus dikerjakan dulu. Kasih tanggal kapan harus selesai. Nah, selesai bikin catatan, gak mungkin dong kita berpangku tangan. Nah itulah gunanya deadline.... hehehe, usir malas!

write your to do list!

Kedua, membaca atau melihat tayangan yang inspiratif. Pernah liha Orang Pinggiran di Trans TV? Nah, tayangan-tayangan semacam itu saya rekomendasikan untuk menambah semangat. Lihat pekerjaan kta. Bersih, modal kecil, hasil lumayan... Bandingkan dengan seorang anak kecil di pedalaman tasikmalaya yang harus mencari keong di sawah untuk dijual dan uangnya dibelikan beras. So, banyak bersyukur kita punya pekerjaan yang alhamdulillah lebih baik dari mereka.


pekerjaan kita lebih mudah lho...

Ketiga, buat atmosfer di rumah menjadi nyaman. Bersihkan seluruh tempat kerja agar nyaman buat beraktivitas. Bisa jadi kemalasan kita dipengaruhi suasana kerja yang tak nyaman.

berantakaaannn....

clean it! :D

Nah, terakhir buat reward and punishment bagi diri sendiri jika berhasil menaklukkan malas atau tidak. Misalnya menghadiahi diri dengan satu cup ice cream, bisa menambah semangat kita bekerja. Apabila kita masih malas, hukum diri dengan hukuman yang produktif misalnya bikin 3 model baru jika pesanan tidak selesai tepat waktu.

http://read-parentzone.blogspot.com


Semoga bermanfaat...

Salam,
Indriain Taslim

Saturday, 13 April 2013

5 Tips Membuat Kreasi Flanel yang Bernilai Jual Tinggi

 Pagi semuanya..

 akhir pekan ini diisi dengan aktivitas apa? Semoga semuanya lancar dan tetap semangat. Nah, hari inis aya bakalan bagi tips buat kalian. Setelah membuat produk yang bagus, menentukan harga jual adalah salah satu strategi bisnis yang tak boleh di abaikan. Jika anda menghargai karya anda, otomatis orang-orang alias konsumen juga akan menghargai karya anda. Ingat, karya handmade, apalagi yang limited edition, jangan disamakan dengan barang pabrikan. tentu barang2 handmade harganya jauh lebih tinggi daripada barang pabrik. So, berikut tips  membuat dan menjual kreasi flanel yang bernilai jual tinggi. simak yuuuk.... :)


Kotis flanel. Pemesanan hubungi: 087751707108


1. Desain yang unik. Berusahalah membuat desain kreasi yang lain daripada yang lain. Misalnya dalam pemilihan warna, ciptakan yang benar2 original.
2. Clean and neat. BIasakan memegang flanel dengan keadaan tangan yang bersih. Ini penting! Karena akan mempengaruhi kualitas akhir dari kreasi kita. Kerapian jahitan juga merupakan salah stu faktor yang menaikkan harga jual.
3. Inovasi. Kembangkan desain yang sudah ada dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan kreasi crafter sebelumnya. Dengan begitu, anda bisa menjual kreasi dengan harga lebih tinggi dari produk sebelumnya.
4. Tepat sasaran. Jual kreasi anda secara cerdas. Pilihlah target pasar yang sesuai. Jika anda menjual kreasi bernilai Rp50.000,- kepada konsumen usia SD, kemungkinan besar produk anda tidk akan laku. Maka, sasarlah konsumen anda sesuai tingkatan, bawah-menengah-atas. Jadi, jika produk anda bernilai jual tinggi, tawarkan kepada konsumen high-end class juga.
5. Jaminan mutu. Dengan harga jual yang tinggi, pastikan kualitas produk anda juga sebanding dengan harga yang ditawarkan. Jika kualitas produk anda biasa-biasa saja, orang mungkin akan membeli sekali, dan berikutnya dia tidak akan melakukan repeat order. Berikan jaminan kepuasan konsumen anda.

Satu lagi tips tambahan, percaya dirilah dalam menjual kreasi. Hilangkan ketakutan bahwa produk saya jelek, begini, begitu. Cobalah menjual dan anda akan tahu setelah mencobanya.

Nah, selamat mencoba!

Salam,


Indriani taslim


Thursday, 11 April 2013

Crafter Juga Manusia #2

"Haduuuhhhh,, bete banget deh sama customer A. Bawel banget.."

"Emangnya kita gak punya kerjaan lain apa, harus ngurusin hal geje kayak gitu. Beli sih beli, tapi gak usah rese donk..."

"Uuugh... Bosen bangeeettt.. Pengen refreshing!!!"


http://karena-akumuslimah.blogspot.com


Upz! Ada crafter marah-marah... Galau, hehehe...
Wajar sih kalo kita bete. Namanya juga manusia. We are not Perfect. But we want to be perfect. :) 
Dulu saya juga gitu kok, sering banget bete karena ada pelanggan yang rewel, minta ini itu, desain begini begono, diskon segini segeto. Waduh, ini sih namanya pemerasan. Pemerasan EMOSI. hehehehe....

Kalian juga pernah ngerasain hal itu? Hmm.. Wajar baget! Soalnya kita sebagai menusia pada dasarnya ogah disuruh-suruh (curcol;P). Tapi ada pula type crafter yang mau menangani pesanan customize dan enjoy akan hal itu. Jika kamu termasuk tipe yang pertama, ada beberapa saran buat kamu...

1. Stop orderan custom. maksudnya, kita gak wajib kok nerima orderan yang di desain oleh pelanggan. Kita cukup menyediakan barang-barang yang ready stock atau bisa pesan dengan model yang sudah kita tentukan.
2. Membatasi jam kerja. Buatlah jam kerja yang tetap, dan patuhilah jam kerja tersebut. Misalnya: Jam kerja Senin-Kamis pukul 08.00 s/d 16.00. jadi, customer yang order dan tanya-tanya di jam tersebut wajib kita layani sepenuh hati. Nah, jika diluar jam tersebut, kita tidak bisa melayani alias OFF. Jika ada customer yang minta dilayani diluar jam kerja, anda berhak menolak. namun jangan lupa untuk mensosialisasikannya secara jelas.
3. Menentukan media omunikasi. Berjualan Online maupun Offline, kita harus menentukan apa saja media yang kita pakai. misalnya by personal message FB atau Fanpage FB, email, atau handphone. Pilih semua atau salah satu? terserah anda! Jika order hanya dilayani lewat Fb, maka tidak usah mencantumkan nomor handphone. Ini akan membantu anada mengurangi stress.
4. Refreshing! Sama seperti yang saya tulis  di postingan sebelumnya. Refreshing adalah cara untuk mengistirahatkan pikiran, membuang stress dan memunculkan kreativitas kita kembali. so, luangkan waktu di akhir pekan untuk membebaskan diri dari pekerjaan sehari-hari kita sebagai crafter.

Semoga bermanfaat ya Crafter... :)


http://seratdakwah.blogspot.com

----------------------------------------------------------------------------------------------

Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam,



Indriani Taslim

Crafter Juga Manusia #1

Sudah dua hari gak nulis. Sorry ya, kemaren lagi sakit.

Alhamdulillah sudah sehat


 Crafter juga manusia. Ini nih yang berat, saat orderan membludak, kita justru tepar. Nah, untuk menyiasatinya, crafter juga butuh istirahat seperti layaknya oreang lain yang bekerja kantoran. Hehehe, gaya! Tapi bener lho! Malah, kita ini harus lebih tangguh dari orng yang bekerja formal. Tips buat para crafter:

1. Jadwalkan waktu istirahat yang cukup
2. Pemanasan sebelum kita bertempur dengan felt
3. Sering berolahraga  ringan di sela-sela kegiatan ngefelt seperti berjalan-jalan sebentar, atau menggerakkan anggota badan
4. Makan yang bergizi
5. Refreshing, seperti blogwalking atau sms dan telepon teman
6. Hari libur! Ya, kita juga butuh hari libur...

Nah, hidup seimbang akan bikin kita lebih produktif.
Yuk, hidup sehat!

http://wasathon.com


Salam,
Indriani Taslim

Sunday, 7 April 2013

Kesabaran yang Utuh

Siang kawan-kawan...
Fiuh, capek beud tadi baru pulang nyales. Alhamdulillah lumayan hari ini bisa mengantongi rupiah hampir Rp400.000,- an.Lumayan.... Sisihkan buat sedekahnya, biar tambah berkah. :)



Hari ini saya punya pengalaman yang mengesankan. Saya hari ini berencana untuk nyales di sebuah koperasi pondok yang cukup besar di kota saya. Sudah lama sih saya nyales, tapi belakangan agak lama gak kesana soalnya kemarin pas ujan semester kelewat libur 2 inggu. Eh, malah kebablasan, berbulan-bulan gak kesana. Niatnya masukin barang doang. Letaknya cukup jauh dari rumah saya, ada sekitar 20km. Saya naik motor sama kembaran. Sampai sana jam 10.00WIB. Jadwal peneriaman sales di koperasi adalah setiap hari jam 09.00-11.30 dan jam 13.00-14.00. Sesuai yang ditempel di kaca jendela koperasi. Tidak menerima sales pada jam sholat dan selain waktu yang telah ditentukan. Bagi saya ini dilema... Kenapa?

Saya masih kuliah, dan masuk pagi sampai siang jam 12-an. Untuk mencapai sana butuh waktu. Kalo saya mengambil jam siang, saya pasti telat. Pagi jelas gak bisa. Saya harus pandai2 mencari waktu kesana. Termasuk hari ini (meskipun ahad, umumnya gak ada sales datang) saya mencoba peruntungan saya. Namun, kali ini saya kurang beruntung. Tak hanya hari ini, sudah berkali-kali saya harus menelan kekecewaan. Apa pasal?

Setiap kali saya kesana, saya tak bisa enemui ustadzah pengurus koperasi pondok karena berbagai sebab. Koperasi tutup, jam sales habis, ustadzah pulang/ mengajar di kelas, dll. Belum lagi dengan media SMS atau telepon, jarang mendapat fast respons, padahal ya itulah tujuannya agar bisa berkomunikasi dengan pihak pengurus. Bagi saya ini cukup berat, mengingat saya sudah jauh-jauh mencapai tempat itu. Apa daya, saya hanya bisa pasrah.

Sebenarnya, penjualan di koperasi pondok ini cukup favorit diantara outlet2 yang lain. Namun, jika dibandingkan dengan usaha yang harus saya keluarkan, kayaknya gak begitu sebanding. Capek fisik iya, capek batin iya. Kesel gak sih, kalo tiap kali kesana kita gak bisa nemuin penjaga tokonya? Fiuhhh... Inilah yang saya singgung pada judul postingan ini. Menjadi seorang penjual, harus punya kesabaran yang utuh. Agar siap mental lagi kuat menghadapi permasalahan saat di lapangan. Jangan sampai usaha kita membuat kita capek sendiri tanpa ada hasil.

Kalo mau jujur sih, saya suka bekerjasama dengan orang-orang di lingkungan pondok pesantren. Karena dengan begitu saya bisa sekaligus membangun uat meski dengan kontribusi yang kecil yakni menggerakkan perekonomian pondok. toh, hasil yang diterima pondok akan mengalir ke pondok juga. Ini kan berarti amal juga..... Namun untuk saat ini, saya memilih untuk mundur dahulu. Saa putuskan untuk menghentikan suplai stok barang di koperasi pondok terebut. biarlah saya stok ke koperasi pondok yang lain dulu, karena sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Finally, hari ini berakhir dengan happy ending. Barang-barang yang terlanjur saya bawa, saya stok ke toko buku La Tansa Gontor. Dan lumayan, ada pemasukan hari ini. Alhamdulillah.

Teman, tetaplah berusaha meskipun lingkungan tak mendukung kita. Karena sesungguhnya kita hanya butuh kesabaran yang utuh untuk menjalaninya, dengaan sebaik-baiknya. Jika hasilnya belum memuaskan, syukuri saja, supaya berkah dan hasil selanjutnya lebih besar.

Keep smile! :) :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Advetorial:
Ichonochan Feltcraft menyediakan kotis hias dengan harga 65.000 (besar dan 30.000 (kecil), serta aneka topping 72.000/100pcs (10model, @10pcs).
Klik Lihat Contoh Produk di tab atas untuk melihat koleksi kami.
Klik Cara Pemesanan untuk mengetahui cara membeli produk-produk kami.
Respon cepat hubungi 087751707108 (SMS ONLY) Happy Shopping! :)


Salam senyum,



Indriani Taslim



Saturday, 6 April 2013

Pengalaman Adalah Guru yang Terbaik (Haseeek...) :D

Siang semuanya.....


saya sama kembaran, Khona
Mau sharing aja nich... Kemarin ada yang SMS saya. Dia bilang, bagi tips-nya donk gimana caranya nawarin barang ke toko? Nah, kemarin kan saya sudah share tentang konsinyasi, sekarang saya bagi tips tentang cara nawarin barang ke toko. Menurut pengalaman pribadi aza ya... Hehehehe

Pertama kali saya nawarin barang ni gokil abis ceritanya dan tak terlupakan. Saya datang ke toko buku La Tansa Ponorogo. Waktu itu sama sekali gak tau caranya nyales (yang baik dan benar, hehe...). Bermodalkan nekat, saya bawa kreasi flanel saya yang masih sangat sederhana. Niatnya sih bawa 1 lusin gantungan kunci berbentuk muslimah. Tapi.......... ternyata nih yang saya cuman 11 biji. Wkwkwkwk..........

Salah satu display di La Tansa Bookstore

Untungnya saat itu yang nerima langsung ketua tokonya. Jadi di ACC deh. Belum tau tuh kalo kita musti bawa nota. Haha..... Malah yang saya bawa cuman kuitansi! Hahahaha.... Kebayang gak tuh malunya...  :D Lalu 2 minggu kemudian kita cek, alhmdulillah laku 9pcs, waktu itu sya inget harga per pc Rp 5000,- dipotong 20% jadi saya terima uang Rp 36.000,- Alhamdulillah... bangganya bukan main... Haha...

konsi agenda flanel di rak toko buku



Nah, seiring jalan saya jadi tahu, kalo nitip harus bawa nota, tentang retur barang, dll. Alhamdulillah beberapa toko mau nerima karya saya. Pernah GAGAL gak? O, jelas pernah.... :) Saya pernah ditolak baik secara halus, pernah juga secara terang-terangan. bahkan ditolak di depan pintu juga pernah. Nyakitiiiiin.. Tapi saya terima aja, setelah diiklasin, Alhamdulillah malah banyak yang nerima. Betul kata orang, kita tidak tahu siapa yang bakal nerima kita sebelum kita mencoba mengetuk pintu rumah (atau hati) mereka. Ketika satu pintu tertutup, artinya sebenarnya ada 1000 pintu yang terbuka untuk kita.Harus optimis dan pantang menyerah.

Jadi, kalo kita gak pernah mencoba, kita gak akan pernah belajar. Padahal pengalaman adalah guru terbaik bagi kelangsungan perjalanan karir bisnis kita. So, beranikan diri untuk mencoba!


majang2 gini sering dikira pramuniaga, padahal sales

Nah, sudah punya keberanian untuk memulai? :)


Salam Sukses,
Indriani Taslim


Thursday, 4 April 2013

Tusuk Feston

Pagi semuanyaaa..........



Untuk mengawali hari yang luar biasa ini, kita bersyukur dulu yuk.. Punya dua tangan yang siap dioptimalkan... Punya dua mata sehat yang bisa melihat warna-warni kain flanel. Dan tentunya akal sehat yang memungkinkan kita untuk terus belajar menghasilkan karya. Alhamdulillah...

http://pinterest.com/craftywoolfelt/
Hari ini kita akan belajar tusuk-tusik yang populer digunakan pada karya flanel. Tusuk utama yang digunakan adalah tusuk feston. Selain itu kita biasanya menggunakan pula tusuk jelujur, tusuk roll, tusuk silang, tusuk pipih, tusuk rantai, tikam jejak, dll. Beriku beberapa contohnya, semoga bisa membantu.


image by google


http://fosetta.wordpress.com/tag/kain-flanel/

Tusuk feston, biasanya digunakan untuk menyatukan dua lembar kain flanel, memasang resleting, dll. Sedangkan tusuk yang lain, dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bagaimana, sudah siap berkarya apa hari ini? :)


http://accordingtomatt.blogspot.com/2012/02/love-is-felted-hearts.html

Wednesday, 3 April 2013

Kekuatan Mimpi



Malem teman2...: )

in sweet purple


Memulai sebuah bisnis flanel, harus berani bermimpi. Mimpi mendapatkan kepuasan batin atas karya yang dihasilkan dari sebuah kreativitas, mimpi mendapat penghasilan yang layak, serta mimpi untuk mewujudkan keinginan dengan jalan berbisnis. Saya selalu menggenggam mimpi saya untuk belaja flanel di luar negeri, memberikan pelatihan flanel di seluruh Indonesia dan mengikuti pameran-pameran. Dengan karya, mengembara kemana-mana. Saya juga bermimpi, perekonomian saya semakin mapan dan meraih impian saya untuk kuliah S2 dan S3 serta berhaji. Banyak sekali yang ingin saya wujudkan, dan melalui kekuatan mimpi dan kreativitas tanpa batas. Bukankah sangat menggembirakan jika karya kita diakui dan berhasil dibeli oleh siapa saja, tak menutup kemungkinan pasar luar negeri (seluruh dunia). Ya, dengan kekuatan mimpi, kita dapat berhasil.

Semua orang bisa sukses dengan jalannya masing-masing. Namun, keberhasilan mereka ternyata memiliki satu hal yang sama yakni mereka semua adalah pemimpi. Tepatnya, pemimpi yang mau mengejar keinginan mereka dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan bekeja keras.

Maksimalkan kemampuan diri anda untuk berkarya. Kemudian jual karya anda dengan pantas dan rasakan detik-detik ketika mimpi anda yang dulunya begitu jauuuuh, kini sudah didepan mata. Mungkin seperti saya, yang seperti mimpi dapat menikmati bangku kuliah dengan hasil dari berkarya flanel. Sungguh sepele apa yang saya kerjakan, namun jika kita tekun, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dulu saya tak pernah membayangkan, bagaimana kehidupan saya setelah sempat gagal melanjutkan kuliah karena keterbatasan dana. Namun sekali lagi saya belajar, saya terapkan ilmu “bermimpi” seperti yang orang-orang sukses itu kejakan. Siang malam saya bekerja, dan Alhamdulilah, kini tinggal setahun lagi saya akan dapat meraih impian saya membawa gelar sarjana, tanpa sepeserpun minta kepada orang tua saya.

Jadi, saya berpesan kepada setiap orag yang membaca tulisan saya ini. Apakah anda seorang remaja  yang galau memikirkan masa depan, seorang pengangguran yang butuh penghaasilan, seorang ibu rumah tangga yang bingung bagaimana menyambung nafkah yang pas-pasan, karyawan yang ingin berpindah kuadran, atau anda yang bercita-cita untuk membahagiakan orang tua serta membantu orang lain yang membutuhkan dengan cara yang mandiri, maka, siapkan selembar kertas mimpi dan tuliskan tekad anda untuk mewujudkan mimpi anda. Saya tidak menjamin mimpi anda dapat sempurna terwujud, namun dengan menuliskannya dan bersungguh-sungguh memohon kepada Allah ASWT, saya yakin, cepat atau lambat keinginan anda akan terwujud.

Segeralah mulai aktifitas anda dengan menghasilkan karya, lalu jual, jual, dan jual! Semakin keras anda berusaha, maka semakin dekatlah impian anda. Raih impian anda, jangan berputus asa! Ingat, sekecil apapun kita bergerak, Allah Maha Adil akan membalasnya berkali lipat, sesuai dengan niat dan kadar usaha kita. So, mari kita bergerak. Lupakan kesediahn dan sukses bersama menuju masa depan yang lebih ceria. BRAVO CRAFTER!


Salam hangat,


Indriani Taslim

P.S.: Kabari saya apabila anda berhasil meraih impian anda setelah membaca motivai ini dengan mengirimkan email ke indriani_taslim@yahoo.com